I just want to speak(write) randomly.

I just want to speak(write) randomly.

Bahagia itu sesederhana ketika naik motor di tengah terjangan panas dan debu kemudian harus berada di belakang truk, truk pengangkut sapi tapi. Sapi-sapi putih itu mengangguk-anggukkan kepala yang menonjol keluar dari bak truk mengikuti irama gelombang jalanan. Melihat wajahnya yang polos, putih, matanya yang cemerlang, membuat saya mendadak bahagia. Entah kenapa. Geli aja melihat muka polos itu, tanpa dosa, tanpa tahu  bahwa mungkin setelah ini ia akan disembelih dan dimakan dagingnya oleh manusia…poor you white cow..God bless you

Heran sama definisi gaul yang banyak orang buat commonly. Harusnya definisi gaul itu untuk seseorang dengan wawasan yang luas, supel, nyambung diajak ngobrol apa aja, namun tetap good looking dan pantas jadi panutan. Bukan gaul sebagai orang yang hobi menghambur-hamburkan uang, nongkrong sana-sini, mengejar ketenaran, dan berharap bisa jadi panutan atau trendsetter padahal kosong.

Menghindari suatu hal karena alasan yang tidak logis itu terkadang membuat saya gerah. Contohnya, ketika pemilihan penjurusan atau peminatan di kampus. Some of my friends suggest not to take ‘that major’ because…skripsinya bakal lama, dosennya susah ditemui, lulusnya lama, itu peminatan yang nggak tenar, and the bla and the bla. Skripsi lama? Memang sih, nggak ada yang berharap skripsinya bakal lama dan susah, tapi menghindari passionmu hanya karena hal seperti itu adalah hal yang nggak logis. Pertanyaannya mau sampai kapan berharap hidupmu akan selalu nyaman dengan menghindari segala macam rintangan? Memilih yang tidak terlalu disukai tapi jalannya lebih lurus dan nggak bergelombang. Well, ini cuma masih dalam tahap kuliah ya, rintangannya masalah skripsi dan dosen. Gimana ceritanya kalau ini kerjaan? Kalau udah menghadapi dunia nyata (sekarang masih dunia maya), akan lebih banyak rintangan yang dihadepin. Kalau dari muda terbiasa memilih yang aman-aman saja it must be difficult to survive out there.

Well, tulisan yang ini agak alay sih. Kalo nggak mau ilfeel jangan dilanjutin baca ya.
Kemaren-kemaren baru aja kepo instagramnya Rio Dewanto. Dia bulan madu gitu sama istri barunya, Atiqoh Hasiholan. Mereka bulan madu di Santorini. Im not sure but I think it was the place where Edward Cullen and Bella Swan spent their honey moon deh. Dan mereka, Rio dan Atiqoh, mereka nunggu sunset di tepi kolam renang yang menghadap langsung ke pantai dengan tebing-tebing curam dan deburan ombak menghantam gitu. Aiiihhhh… pas sunsetnya dateng, si Rio Dewanto bilang di comment fotonya yang nunjukin sunset dengan siluetnya Atiqoh ‘There are two beautiful God’s creation, sunset and you’ aaiiih aiiihhh…romantis bangeeettt…envy deh.
Alay ya?
Siapa suruh baca :p

Komentar

Postingan Populer